Adanya laporan yang sangat bertentangan tentang pengeboman dan penggunaan bahan peledak. Menteri Koordinator Bidang Keamanan, Wiranto, telah membantah bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggunakan alat peledak saat mengevakuasi warga. Namun, dia mengakui sumber media Indonesia bahwa peluncur granat digunakan. Seperti yang dibuktikan dalam foto dibawah, peledak dengan bagian atas kuning adalah Granat 40 mm yang diisi dengan fosfor dan ditembakkan dari launcher (peluncur).

Fosfor putih dirancang untuk menyebabkan luka bakar yang sangat parah. Senjata ini diproduksi oleh perusahaan milik negara Indonesia yaitu PT Pindad dan dibawah hukum internasional senjata itu dilarang.

Sumber Gambar

Free West Papua Organization