Pada tahap ini saya anggap teman-teman sudah menginstall plugin LiteSpeed dan mengaktifkannya. Jika belum teman-teman bisa mendownloadnya disini (Ini adalah versi terbarunya).
Setelah melakukan install dan mengaktifkan pluginnya apa selanjutnya yang harus dilakukan?

Pada dasarnya plugin LiteSpeed ini memiliki dua fungsi:

  1. Cache satu halaman penuh untuk halaman yang dihasilkan secara dinamis, dan
  2. Plugin optimasi website.

Kebanyakan orang-orang yang menginstal LSCache untuk melakukan fungsi yang pertama yaitu sebagai plugin caching, dan sisanya mungkin merasa bodoamat. Sebenarnya itu ga salah sih, teman-teman bebas untuk mengaktifkan fungsi caching dan mengabaikan fungsi yang lainnya.

Setelah mengaktifkan pluginnya, teman-teman akan menemukan semuanya dalam keadaan non-aktif. Untuk mengaktifkan caching, pergi ke menu LiteSpeed Cache > Settings > General dan ubah Enable LiteSpeed ​​Cache ke Enable.

Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress 1 1 - SEO: Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress - 1

Sebenarnya pada tahap website sudah mengaktifkan fitur caching, jadi tidak perlu lagi untuk setting sana-sini.

Jadi, kamu masih ingin membaca artikel ini? Iya kamu. Kamu… :v
Baik! Mari kita lihat empat tab pertama di bagian Pengaturan. Itu adalah pengaturan paling dasar untuk cache khususnya plugin LSCache ini.

General

Mari kita mulai dengan tab General. Opsi pertama ini berfungsi untuk mengaktifkan dan non-aktifkan fungsi caching. Dan pengaturan yang lainnya adalah sebagai penentu parameter untuk berbagai jenis konten dalam cache.

TTL adalah singkatan dari “Time to Live” yang mengacu pada jumlah detik halaman pada cache sebelum LSCache menganggapnya kadaluwarsa. Setelah sebuah halaman mencapai TTL-nya, maka ia dihapus dari cache. Saya sarankan memilih TTL default yang seharusnya ini berfungsi untuk sebagian besar website WordPress, tetapi teman-teman bebas untuk mengubahnya.

Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress 2 - SEO: Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress - 2

Cache

Pengaturan ini memungkinkan teman-teman untuk memilih jenis konten yang akan disimpan. Secara default, semuanya selain dari Object Cache dan Browser Cache aktif. Ini karena cache objek dan cache browser bukan fungsi asli dari LSCWP, melainkan tipe cache lain yang dapat didukung LiteSpeed jika teman-teman sudah menggunakannya.

Jika teman-teman tidak tahu maksud pengaturan ini, pilihan yang terbaik adalah membiarkannya pengaturannya secara default.

Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress 3 - SEO: Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress - 3

Purge

Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress 4 - SEO: Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress - 4

Kadang-kadang ada situasi di mana website harus membersihkan halaman sebelum kedaluwarsanya. Bagian ini memungkinkan teman-teman untuk menentukan aturan itu. Jika teman-teman tidak tahu saya sarankan memilih pengaturan default. Dan untuk Scheduled Purge Time teman-teman mungkin bisa memilih 07:00 (Artinya setiap jam 7 pagi, website akan melalukan pembersihan cache) *Menurut saya ini baik untuk meminimalkan kesalahan tiap harinya.

Excludes

Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress 5 - SEO: Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress - 5

Jika teman-teman memiliki halaman yang tidak ingin di-cache sama sekali. Opsi ini memungkinkan teman-teman untuk mengecualikan bagian-bagian tertentu dari website agar tidak di-cache. Sebagian besar website, tidak membutuhkan pengaturan ini.

Bagaimana dengan Pengaturan Lainnya?

Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress 6 - SEO: Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress - 6

Untuk pengaturan-pengaturan lanjutannya adalah dikhususkan untuk user yang memiliki sedikit keahlian teknis (jaringan, pemrograman, desain), jadi mungkin saya akan menjelaskannya di lain waktu. Saya akan memberi tahu teman-teman sedikit pengetahuan dasarnya saja.

Tab ini terbagi dalam dua kategori:

  1. Optimasi untuk Website (Kotak merah pada gambar)
  2. Optimasi untuk Cache (Kotak biru pada gambar)

Optimasi untuk Website

Optimize

Ada beberapa langkah lain yang dapat teman-teman gunakan untuk mempercepat website, dan LSCache mendukung banyak dari fungsi-fungsi tersebut pada menu ini.

Mulai dari kombinasi CSS dan kombinasi Javascript, push HTTP/2, asinkron, dll. Jika teman-teman tidak tahu fungsi-fungsi semua itu, mungkin bisa mencari informasi di Internet.

Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress 7 - SEO: Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress - 7

Tuning

Menu Tuning berfungsi untuk memperbaiki pengaturan yang ada pada menu Optimize. Misalnya, teman-teman mungkin ingin mengecilkan ukuran (minify) semua CSS yang ada di website, kecuali untuk satu style sheet tertentu (CSS utama). Teman-teman dapat mencantumkan CSS itu sebagai pengecualian pada tab Tuning.

Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress 8 - SEO: Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress - 8

Media

Cara terbaik untuk mengoptimalkan website adalah dengan membuat gambar lebih sedikit dari beban untuk ditransmisikan.

Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress 9 - SEO: Setup dan Setting Plugin LiteSpeed di WordPress - 9

CDN

Menu ini memungkinkan teman-teman untuk mengonfigurasi Content Delivery Network untuk digunakan dengan WordPress. Jika teman-teman menggunakan Cloudflare, jangan gunakan opsi ini.

Optimasi untuk Cache

ESI

ESI adalah singkatan dari “Edge Side Include” dan merupakan metode yang melaluinya dapat “membuat celah” dalam konten publik, dan mengisinya dengan konten pribadi atau tidak di-cache. Ini berguna untuk hal-hal seperti widget keranjang belanja.

Advanced

Menu ini ditujukan untuk pengguna yang lebih berpengalaman. Teman-teman kemungkinan tidak membutuhkan menu ini, kecuali jika teman-teman memiliki semacam konflik dengan plugin cache lainnya.

Debug

Menu ini cenderung tidak gunakan untuk mempercepat website. Jika teman-teman mengalami masalah saat menggunakan plugin LiteSpeed, teman-teman dapat menggunakan menu ini sehingga dapat melihat dengan lebih baik apa yang sedang terjadi di belakang (back-end).

Crawler

Menu ini berfungsi untuk mengunjungi website, kemudian melakukan refresh halaman yang telah kedaluwarsa dari cache-nya. Proses sangat membutuhkan banyak sumber daya, dan tidak semua penyedia hosting akan mengizinkan penggunaannya. Jika penyedia hosting teman-teman mengizinkannya, ini cara yang bagus untuk menjaga cache website tetap baru.

Jadi, Gimana?

Jadi, gimana sekarang website teman-teman sudah cepat kan? :v Ga percaya? Mau lihat hasil audit dari website saya? Silahkan lihat di halaman ke-3
Jika teman-teman memiliki pertanyaan seputar artikel ini silahkan berikat pertanyaannya di kolom komentar.